Pada kondisi ini, sel-sel tua tidak mati walaupun sudah saatnya, dan sel-sel baru akan terbentuk meskipun tubuh tidak memerlukannya. Akibatnya, kumpulan sel-sel tambahan ini akan membentuk suatu massa, atau yang biasa disebut dengan tumor. Ketika mendengar kata tumor, banyak orang yang menduga bahwa penyakit ini pasti mematikan. Tetapi anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat karena tumor terbagi ke dalam 2 kategori, yaitu tumor jinak dan tumor ganas.

Tumor jinak hanya tumbuh pada satu bagian tubuh dan tidak menyebar atau menyerang bagian lain. Sementara tumor ganas atau yang sering disebut kanker adalah tumor yang dapat menyerang jaringan di sekitarnya, masuk ke pembuluh darah, dan menyebar ke bagian tubuh yang lain. Tumor jinak juga biasanya tidak akan tumbuh lagi setelah diangkat, sedangkan tumor ganas memiliki kemungkinan untuk kambuh.
Pencegahan Awal Tumor

Ada sejumlah langkah sederhana yang dapat kita lakukan untuk menurunkan risiko terjadinya kanker. Langkah-langkah tersebut meliputi:
  1. Berhenti merokok.
  2. Berolahraga secara teratur.
  3. Menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang, seperti meningkatkan konsumsi makanan berserat (terutama sayuran) dan mengurangi konsumsi makanan berlemak atau yang mengandung bahan pengawet.
  4. Menjaga berat badan yang sehat agar terhindar dari obesitas.
  5. Membatasi konsumsi minuman keras.
  6. Menghalau pajanan sinar matahari, contohnya dengan menggunakan tabir surya.
  7. Meminimalisasi pajanan senyawa kimia yang mengandung racun, misalnya dengan mengenakan masker saat naik kendaraan umum.
  8. Meminimalisasi pajanan terhadap radiasi.
  9. Menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin.
  10. Menjalani vaksinasi yang dibutuhkan untuk mencegah kanker, seperti vaksin HPV.
  11. Untuk mempermudah mengingat hal apa saja yang perlu Anda ingat untuk mengurangi risiko kanker, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah membuat sebuah singkatan, yakni “CERDIK”
Penyebab dan Faktor Risiko Tumor
Tumor jinak dan ganas memiliki penyebab dan faktor risiko yang hampir sama, antara lain:
  • Merokok seringkali dikaitkan dengan berbagai jenis kanker seperti kanker sel darah putih (leukimia), serta kanker pada berbagai organ lain seperti kerongkongan (esofagus), paru, mulut, pankreas, ginjal, dan lambung. Di Amerika Serikat tercatat bahwa merokok bertanggung jawab terhadap 30% dari seluruh kematian akibat kanker.
  • Infeksi virus dan bakteri memiliki kemampuan untuk menyebabkan kanker, antara lain:
    • Human papillomavirus (HPV) yang meningkatkan risiko kanker mulut rahim (serviks), penis, vagina, anus, dan orofaring.
    • Virus hepatitis B dan hepatitis C yang meningkatkan risiko kanker hati.
    • Epstein-Barr virus yang meningkatkan risiko limfoma Burkitt.
    • Helicobacter pylori yang meningkatkan risiko kanker lambung.
    • Radiasi.
  • Pola makan, Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi buah-buahan dan sayuran dapat menurunkan risiko kanker kolorektal, serta berfungsi melindungi tubuh dari kanker di mulut, kerongkongan, lambung, dan paru-paru. Selain itu, pola makan yang tinggi lemak, protein, kalori, dan daging merah diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker kolorektal, meskipun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikannya.
  • Konsumsi alkohol, Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi alkohol berkaitan erat dengan meningkatnya risiko kanker mulut, kerongkongan, payudara, hati, dan kolorektal.
  • Aktivitas Fisik, Sejumlah penelitian berkesimpulan bahwa orang yang aktif secara fisik memiliki risiko yang lebih rendah untuk menderita kanker kolorektal dibanding mereka yang tidak aktif. Beberapa penelitian lain juga menyatakan bahwa aktivitas fisik dapat membantu melawan kanker endometrium dan kanker payudara pada wanita pasca-menopause.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas, Berbagai jenis kanker yang mungkin terjadi akibat obesitas antara lain adalah kanker payudara pasca-menopause, kanker kolorektal, rahim, esofagus, ginjal, dan pankreas. Namun, belum ada bukti jelas apakah penurunan berat badan pada pengidap obesitas mampu menurunkan risiko terjadinya kanker.
  • Diabetes dan kanker memiliki faktor risiko yang hampir sama, yaitu usia tua, obesitas, merokok, pola makan yang tidak sehat, serta kurangnya aktivitas fisik. Karena itu, sulit ditentukan apakah faktor risiko kanker meningkat akibat diabetes atau karena faktor-faktor risiko tersebut.
  • Faktor risiko lingkungan, Paparan terhadap berbagai bahan kimia di lingkungan telah banyak dikaitkan dengan risiko terjadinya kanker. Misalnya, risiko kanker paru akan meningkat akibat asap rokok, polusi udara, dan asbestos. Air minum yang mengandung tembaga dalam jumlah cukup tinggi akan meningkatkan risiko kanker pada kulit, paru, dan saluran cerna.
Ciri - Ciri dan Penyebab Tumor Mematikan

Tumor dapat menyebabkan berbagai gejala. Beberapa gejala dan tanda klinis umumnya bisa berupa:
  • Sering merasa tidak sehat.
  • Merasa sangat lelah.
  • Demam dan menggigil.
  • Tidak nafsu makan.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Berkeringat pada malam hari.
  • Meski demikian, tiap tumor memiliki indikasi berbeda-beda tergantung jenis dan lokasi pertumbuhannya. Contohnya, tumor otak dapat menyebabkan gejala sakit kepala tidak tertahankan, muntah-muntah secara mendadak, serta kejang-kejang. Sementara gejala tumor paru jinak dapat berupa batuk yang berkelanjutan dan bertambah parah hingga akhirnya menjadi batuk darah, sesak napas, rasa nyeri di dada serta kelelahan.
Ada juga jenis tumor ganas yang bahkan tidak menyebabkan gejala hingga mencapai stadium lanjut, misalnya kanker serviks serta kanker hati. Karena itu, Anda disarankan untuk selalu waspada dan memeriksakan diri ke dokter jika mengalami kondisi yang terasa janggal meski sekilas tampak ringan.
Makin dini tumor terdeteksi, kemungkinan pasien untuk sembuh juga makin tinggi. Karena itu, semua tumor (ganas maupun jinak) sebaiknya segera didiagnosis dan ditangani karena berpotensi menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan apabila dibiarkan.

Paket Obat Untuk Tumor De Nature Indonesia
Paket Obat Tumor Herbal
Paket Obat Tumor Rp. 1.740.000,- Belum Ongkir
KLIK UNTUK PANGGILAN OTOMATIS





KLIK UNTUK SMS OTOMATIS




KLIK UNTUK WHATSAP OTOMATIS



KELEBIHAN BELANJA ONLINE SITUS KAMI ( DE NATURE INDONESIA )
  • Setiap penyakit berbeda obatnya, jadi obat kami khusus untuk penyakit itu sendiri !
  • Harga relatif lebih murah
  • Kualitas terbaik
  • Tanpa perlu pergi ke dokter (tidak malu saat ke dokter, hemat waktu, dll)
  • Tidak perlu disuntik
  • Masa penyembuhannya relatif singkat
  • Proses pengiriman cepat dan aman
  • Barang di kirim lewat Tiki, JNE, J&T dan POS Kilat dibungkus rapi dan Aman.
  • Hanya kami yang selalu mengutamakan ke puasan konsumen.
ORIGINAL PRODUK DAN TERBUKTI

Original Dan Terbukti

KEPUASAN PELANGGAN ADALAH PRIORITAS UTAMA KAMI

0 komentar